Tahapan Haji Ziarah Islam ke Mekah (Mekah)

Haji, ziarah keagamaan yang dikerjakan dalam tahapan ritual di dalam dan sekitaran kota suci Mekah (Makka), diharuskan bagi umat Islam setidaknya satu kali selama masa hidup mereka. Ini merupakan konferensi tahunan umat manusia paling besar di dunia, dengan sekitaran tiga juta orang berkumpul saat tahun selama tiga sampai lima hari antara hari ke delapan dan ke 12 dari Dhul-Hijjah, bulan terakhir dari kalender Muslim. Ziarah sudah terjadi saat tahun semenjak 630 M sewaktu nabi Muhammad memimpin para pengikutnya dari Madinah ke Mekah.

Ziarah agung yang disebut haji (bahasa Arab buat “ziarah”) penting masalahnya sejumlah alasan. Utama dan mungkin yang terpenting, ini merupakan waktu sewaktu sekitaran tiga juta ataupun tambah Muslim berkunjung bersama-sama, bercampur lintas etnis, kebangsaan, sekte, dan gender.

Ke dua, ziarah diprakarsai oleh Nabi Muhammad sendiri, yang dikatakan sudah dikirim dengan 1.400 pengikutnya pada ziarah buat merayakan satu dari yang lain mitos pendiri agama-agama Ibrahim. Ke 3, satu dari yang lain perhentian Dataran Arafat – merupakan daerah Muhammad menyampaikan khotbah perpisahannya. Dan Kamu jua dapat berbelanja oleh-oleh haji di indramayu.

READ :  Jenis Apartemen Berdasarkan Arsitektural Bangunan

Apa Saja Tahapan Haji, Ziarah Islam ke Mekah (Mekah)?

Hari 1 Ziarah (8 Hul-Hijjah)

Peziarah bikin Tawaf di sekitaran Ka’bah Suci di Mekah. Tawaf merupakan ritual selama umroh ataupun haji sewaktu para peziarah bikin tujuh lingkaran di sekitaran Ka’bah Suci di Masjid Al Haram.

Pada hari resmi utama haji, jutaan peziarah membuat ritual utama yang terkait dengan haji di kompleks Masjid al-Haram (Masjid Suci), ritual yang bakal diulang sepanjang perjalanan. Utama merupakan “tawaf,” di mana para peziarah berjalan di sekitaran Kabah(“Kubus”), suatu kuil batu yang konon dibangun oleh Abraham (Ibrahim dalam bahasa Arab) dan putranya Ismail (Ismail) sekitaran 4.000 tahun yang sehingga.

Kabah mempunyai empat dinding dan atap dan di satu dari yang lain sudut di dinding luar merupakan Batu Hitam Mekah, daerah Ibrahim menaruh Ismail buat dikorbankan. Kabah ditutupi dengan kain sutra hitam yang dihiasi dengan ayat-ayat Al-Quran dalam kaligrafi Arab bersulam emas: Kain diganti saat tahun pada Hari 2 Haji. Buat tawaf, peziarah berjalan berlawanan arah jarum jam tujuh kali di sekitaran kuil.

READ :  Mengenal Load Bank dan Cara Kerjanya

Hari 2 Ziarah (Haji ke-9 Hijjah)

Pada hari ke dua ziarah, para peziarah meninggalkan Mina pas sesudah fajar buat membuat perjalanan ke Dataran Arafat buat pengalaman puncak haji. Pada apa yang diketahui seperti ” Hari Arafat ,” para peziarah membuat Wuquf, suatu ritus di mana mereka menghabiskan sepanjang hari berdiri.

Hari ketiga Ziarah (10 Hul-Hijjah)

Peziarah Muslim melemparkan batu ke pilar seperti bagian dari ibadah haji. Peziarah Muslim melemparkan batu ke pilar yang mewakili iblis di Mina di luar Mekah, Arab Saudi.

Pada hari ke tiga, para peziarah bergerak sebelum matahari terbit, kini kembali ke Mina. Di sini mereka membuat upacara Ramy, di mana mereka melemparkan kerikil batu yang mereka kumpulkan pada hari sebelumnya di tiga pilar yang mewakili godaan Setan.

Tiga pilar tersebut merupakan Jamrat al-‘Aqaba (di jalan minim al-‘Aqaba, dan yang paling besar), Jamrat al-Wusta (yang di tengah), dan Jamrat al-Sughra (yang tidak luas). Pilar ditata secara terpisah dalam depresi besar, dan peserta berjalan menyusuri koridor buat melempar kerikil. Demikianlah Postingan perihal Tahapan Haji, Ziarah Islam ke Mekah (Mekah) mudah-mudahan berguna.

Tinggalkan komentar